MMC dgn Harga Termurah!!!

Pekerjaan oleh Careerjet

Lowongan Kerja dan Promosi Diri


Free shoutbox @ ShoutMix


Promosi Gratis Semua Bisnis Anda Tanpa Batas

Tuesday, August 26, 2008

Mendapatkan Pekerjaan Sesuai Impian Anda

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan impian kita bukanlah perkara yang mudah. Yang terjadi adalah: seorang sarjana seni, bekerja menjadi Wartawan. Atau, seorang Insinyur pertambangan, berkarir sebagai eksekutif di sebuah bank asing. Begitulah yang terjadi saat ini, ketika profesi telah berbelok jauh melewati latar belakang pendidikan formal seseorang.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat Anda? Bagaimana agar mendapatkan bidang profesi yang Anda idamkan? Bagi Anda yang baru mulai berkarir, beberapa tips menarik berikut ini layak Anda disimak.

Memahami Diri Sendiri

Definisikan Sukses Anda. "Kita tak akan mudah untuk menemukan kebahagiaan jika kita tak pernah mendefiniskan kesuksesan seperti apa yang ingin kita raih," ujar Marlyn Walker, pendiri Right Turn on Red Career Assessment Center, seperti dikutip Yahoo! Hot Jobs. Anda harus mendefinisikan secara jelas standar kesuksesan seperti apa yang akan dicapai. Untuk itulah, kita harus melihat kekuatan dan kelemahan diri kita, dan tentukan kemana kita harus melangkah.

Brainstorm. "Mulailah untuk mengadopsi kesuksesan dari rekan Anda," tambah Mike Beasley. Undanglah mereka yang Anda anggap sukses, lanjut konsultan pengembangan karir ini, untuk mendiskusikan ide-ide menarik seputar pengembangan karir. Tujuannya agar Anda lebih fokus terhadap perkembangan karir Anda. Dalam beberapa kasus, rekan kerja Anda lebih paham apa yang disukai atau tidak Anda sukai. Pahamilah dan jadikan masukan mereka sebagai referensi.

Uji Diri Anda. Ikuti berbagai assessment test yang ada di berbagai konsultan sumber daya manusia, agar Anda mengerti kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Test berbasis psikologi tersebut memudahkan kita untuk memahami minat dan bakat, atau faktor-faktor kepribadian lainnya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan gambaran lebih utuh, bagaimana memulai karir sesuai dengan latar belakang psikologis Anda.

Lebih Fokus

Memiliki Target. "Jadilah lebih teratur, dan tuliskan semua ide Anda di atas kertas," saran Bob Basile dari Career Coaching, Inc. Semua ide yang Anda tuliskan dapat dikumpulkan di "keranjang" ide, dan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Jadikan ide-ide Anda sebagai sebuah target yang harus Anda capai.

Lakukan Riset. Riset akan membantu Anda untuk menentukan kemana akan melangkah. Melalui riset, banyak informasi yang dapat Anda peroleh. Di antaranya profil perusahaan yang ingin Anda lamar, struktur gaji, posisi-posisi yang banyak dicari, dan sebagainya. Media internet dapat Anda gunakan untuk melakukan riset secara murah. Dan, jangan lupa untuk bergabung dengan situs karir.com, agar profil Anda bisa ditemukan dengan mudah oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Membina Relasi. Bergabunglah dengan berbagai forum komunikasi untuk membina relasi. Mulailah dari orang terdekat Anda, sahabat-sahabat tercinta, sanak-saudara, teman semasa SMA atau ketika masih di universitas, atau gabung di berbagai milis di internet, adalah beberapa cara membina relasi. Tujuannya agar Anda tetap well informed dan bisa memanfaatkan jaringan tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi pekerjaan.

Mengirimkan Lamaran. Setelah Anda melakukan berbagai langkah di atas, pastikan untuk segera mengirimkan lamaran. Siapkan surat lamaran Anda, dan pilih posisi yang sesuai dengan minat Anda. Jangan pernah beranggapan bahwa sebuah perusahaan yang tidak beriklan di kolom karir sebuah koran, tidak membutuhkan karyawan baru. Bisa jadi, posisi idaman Anda sedang dibutuhkan pada saat ini, dan mereka belum sempat untuk mengiklankannya. (ymn/karir.com)

Apakah Anda Kandidat yang Tepat?

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman yang dimiliki memang berliku. Banyak rambu-rambu yang harus Anda patuhi ketika mengirimkan surat lamaran kerja, membuat curriculum vitae, mengikuti test psikologi, maupun sesi wawancara. Apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan? Kuncinya ada dalam diri Anda. Dan, agar berhasil dalam proses seleksi tersebut, maka beberapa tips berikut, seperti yaang dirilis di situs Career Builder, cukup menarik untuk Anda simak.

1. Alamat dan Identitas Tak Lengkap
Jangan berharap mendapatkan kesempatan mengikuti wawancara kerja, seandainya Anda lalai untuk menuliskan alamat lengkap, telepon yang bisa dihubungi, atau alamat email. Surat lamaran kerja dan resume yang telah Anda kirimkan akan langsung dibuang saat itu juga. Maka, perhatikan secara jelas informasi lengkap tentang identitas Anda sebelum mengirimkan lamaran lengkap Anda.

2. Memberikan Alasan Negatif
Hindari memberikan kesan yang negatif, sebagai alasan Anda untuk meninggalkan pekerjaan Anda saat ini. Impresi negatif langsung muncul di benak si pewawancara. Tak ada tempat untuk Anda, seandainya Anda menjelek-jelekan perusahaan tempat Anda bekerja. Berikan alasan yang positif, mengapa Anda ingin meninggalkan perusahaan Anda saat ini. Inilah yang diinginkan oleh perusahaan yang akan merekrut Anda.

3. Jawaban yang Tidak Konsisten
Saat sesi wawancara berlangsung, cobalah untuk memberikan jawaban secara konsisten untuk semua pertanyaan yang diajukan. Jangan memberikan jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan yang sejenis. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda telah menciptakan kesan yang negatif terhadap diri Anda. Dan, dapat dipastikan, Anda tak mungkin lolos untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

4. Harapan yang Tidak Realistis
Tentukan secara jelas, harapan Anda tentang besarnya gaji dan paket remunerasi lainnya yang diharapkan. Usahakan agar semua permintaan Anda realistis dan tidak berlebihan. Sesuaikan dengan pengalaman kerja, dan keahlian yang Anda miliki saat ini. Harapan yang terlalu berlebihan tentang gaji dan fasilitas penunjang lainnya akan merugikan Anda sendiri. Untuk itu, lakukanlah riset tentang besaran gaji untuk posisi dan pengalaman seperti yang Anda miliki.

5. Pelajari Perusahaan yang Anda Lamar
Sebelum mengikuti sesi wawancara, biasakanlah untuk melakukan riset sederhana tentang latar belakang perusahaan yang akan merekrut Anda. Misalnya dengan mendapatkan informasi lengkap tentang produk dan layanannya, profil perusahaan, atau bagaimana strategi promosi perusahaan tersebut. Impresi yang positif akan muncul di benak si pewawancara, ketika mengetahui bahwa Anda paham betul dengan perusahaannya.

6. Tidak Memiliki Target Pribadi
Bagaimana melihat diri Anda dalam dua atau lima tahun ke depan? Definiskan secara jelas seperti apa target jangka panjang Anda. Pikirkan juga rencana kerja dan bagaimana mewujudkan target pribadi Anda tersebut. Hal ini akan menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang fokus, memiliki persiapan yang matang, dan mempunyai target yang spesifik untuk pengembangan karir Anda di masa depan.

7. Sikap Mental Positif
Menunjukan sikap mental yang positif adalah karakter yang harus Anda tunjukan saat sesi wawancara berlangsung. Tersenyumlah, lakukan jabat tangan yang hangat, dan jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan keinginan Anda. Jika Anda mendapatkan informasi yang negatif, jangan bereaksi secara negatif. (ymn/karir.com)

Saturday, February 9, 2008

Cerdas Menjawab Saat Wawancara

Hati-hati jika Anda terlalu banyak bicara saat sesi wawancara kerja berlangsung. Salah-salah, Anda akan dicap sebagai si cerewet yang kurang percaya diri. Bahkan, lebih daripada itu, Anda akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya. Joan S. Lublin, kolumnis The Wall Street Journal Online, menuliskan dalam kolomnya, bahwa banyak pencari kerja yang gugup saat wawancara, dan memberikan jawaban yang kurang relevan dengan apa yang ditanyakan.

Selanjutnya, masih menurut Joan, jika terlalu melontarkan pernyataan yang tak perlu dan kurang fokus, maka secara tak langsung Anda telah memberikan impresi yang buruk. Akibatnya, pihak yang mewawancarai akan kehilangan perhatian kepada Anda, dan Anda pun akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan posisi tersebut.

Nah, jangan putus asa. Agar tak salah melangkah, sebaiknya Anda simak empat tips berikut ini yang akan memberikan petunjuk tentang bagaimana menjawab secara profesional saat wawancara berlangsung.

Jawablah dengan Singkat
Ketika Anda diminta untuk menceritakan tentang diri Anda, pekerjaan Anda, dan prestasi kerja yang telah Anda capai selama ini, maka jawablah secara singkat dan padat. Usahakan agar tak lebih dari dua menit untuk setiap hal yang ditanyakan.

Pahami Setiap Pertanyaan
Apa yang akan Anda jawab seandainya diminta untuk menjelaskan perjalanan karir Anda? Jika Anda menanyakan kembali, "Dari mana saya memulainya", saat pertama kali bekerja atau dimulai dari pekerjaan saya saat ini? Jika Anda balik bertanya seperti itu, menurut Peter D. Crist, konsultan Sumber Daya Manusia, dari Crist Associates, Amerika Serikat, berarti Anda adalah tipe orang yang secara mental telah menyiapkan jawaban tersebut dengan baik.

Ketika Anda menjawab setiap pertanyaan, berikanlah jeda beberapa detik agar terlihat tidak terburu. Berpikirlah dahulu, sebelum memberikan jawaban berikutnya agar Anda terlihat lebih matang. Dan, sebelum melanjutkan jawaban Anda, bertanya terlebih dahulu kepada si pewawancara, apakah Anda boleh melanjutkan pembicaraan.

Perhatikan Bahasa Tubuh
Jangan lupa untuk terus memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara, selama proses wawancara berlangsung. Hal tersebut memberikan banyak masukan berharga untuk Anda, tentang respons yang telah Anda berikan, atau bagaimana jawaban Anda disikapi. Melalalui bahasa tubuh, Anda dapat memperbaiki kualitas jawaban yang Anda berikan. Tentu saja setelah melihat respons non verbal yang terlihat.

Belajar dari Pengalaman
Melalui berbagai sesi wawancara kerja yang telah diikuti, Anda tentunya telah belajar banyak hal. Hargai waktu Anda dengan memberikan jawaban yang ringkas, padat, serta cerdas untuk menjelaskan kualifikasi Anda. Dengan demikian, Anda akan lebih mengenal kekuatan dan kelemahan diri Anda, dan siap untuk menyongsong tawaran kerja yang datang. (ymn/karir.com)

*** Ingin menyumbang tulisan, promosi diri, lowongan pekerjaan ? tulis email ke aldix_corner1.4567@blogger.com

Saat Wawancara, Ciptakan Kesan Pertama yang Menggoda

Ketika mendapatkan sebuah panggilan kerja, maka ada beberapa hal penting yang harus Anda persiapkan. Tujuannya jelas: untuk menciptakan kesan pertama yang baik, yang akan membuka peluang Anda untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Mempersiapkan diri sebaik mungkin adalah pilihan yang tak bisa ditawar. Lalu, kiat apa saja yang harus Anda persiapkan?

Meminjam istilah sebuah iklan, "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda". Benar, 30 detik pertama saat wawancara adalah masa paling krusial, yang akan mempengaruhi proses wawancara Anda. Maka, untuk membantu mempersiapkan diri Anda, ada beberapa tips berikut ini, seperti diungkapkan kolumnis Kate Lorenz, dari situs Career Builder, yang dapat Anda jadikan referensi.

Tepat Waktu
Jangan terlambat sedikit pun. Hal ini akan memberikan kesan yang buruk. Cobalah untuk hadir di tempat wawancara lima belas menit lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Emily Post, dalam bukunya The Etiquette Advantage in Business, menyarankan: seandainya Anda tiba lebih awal, basuhlah wajah Anda di rest room atau minumlah secangkir espresso di kafe terdekat. Ini akan membantu menyegarkan diri Anda.

Jaga Penampilan
Banyak orang yang memberikan penilaian melalui penampilan Anda. Nah, untuk itulah, tampilkan diri Anda layaknya seorang profesional, tapi jangan terlalu formal atau juga terlalu casual. Salah-salah, Anda dikira tak serius dengan tawaran pekerjaan yang akan diberikan.

Jangan mengenakan sesuatu yang "mengganggu" ketika wawancara berlangsung. Anting-anting yang kebesaran, misalnya, atau kacamata berwarna-warni sebaiknya Anda hindari. Kalau Anda seorang pria, gunakan kemeja formal yang bersih dan rapi. Perhatikan juga detail lainnya, yang akan mendukung penampilan Anda secara keseluruhan. Kenakan sepatu yang bersih, rambut yang terpotong rapi, dan jangan lupa menggunakan deodoran atau parfum dengan wewangian yang natural.

Berjabat Tangan
Lakukan dengan wajar. Jangan terlalu keras menggenggam tangan lawan bicara Anda. Selain menimbulkan rasa sakit, hal tersebut semakin menunjukan dominasi dan agresifitas Anda. Cara terbaik adalah berjabat tangan dengan genggaman yang penuh, lalu goyangkan tangan Anda beberapa kali dengan santai dan tak begitu keras. Ini akan menunjukan rasa percaya diri Anda.

Bahasa Tubuh
Mungkin Anda terlihat diam saat wawancara berlangsung, namun bahasa tubuh Anda akan mengatakan sesuatu yang Anda sembunyikan. Sebuah studi dari Albert Mehrabian, dari University of California Los Angeles (UCLA), menunjukan bahwa 55% dari sebuah proses komunikasi diterima melalui bahasa tubuh.

Untuk menunjukan rasa percaya diri Anda, saat duduk, usahakan posisi paha dan lutut selaras dengan bahu Anda. Jangan duduk sambil menyilangkan lutut Anda, atau duduk dengan posisi yang santai -- sekalipun orang yang mewawancarai Anda melakukan hal demikian. Sebaiknya, duduklah dengan posisi formal, sambil terus menunjukan perhatian Anda kepada si pewawancara.

Jangan pernah menunjukan kegelisahan Anda. Misalnya dengan memutar-mutar cincin Anda, mengusap rambut Anda secara berlebihan, atau menyilangkan tangan Anda di depan dada. Cobalah untuk duduk dan bersikap tetap tenang, sambil terus menjaga tatapan mata dengan si pewawancarara. Percayalah, kesan pertama yang menggoda akan Anda dapatkan. (ymn/karir.com)

*** Ingin menyumbang tulisan, promosi diri, lowongan pekerjaan ? tulis email ke aldix_corner1.4567@blogger.com

Menulis Resume, Apa yang Harus Diperhatikan?

Apakah Anda sering kecewa, karena berkali-kali mengirimkan surat lamaran ke berbagai perusahaan tapi tak satu pun yang memberi respons? Jangan putus asa. Cobalah me-review kembali resume Anda, siapa tahu usaha Anda akan segera membuahkan hasil. Nah, berikut ini adalah beberapa kiat penulisan resume, seperti dirilis jurnal How To Write A Resume, yang dapat dijadikan referensi.

Ringkas dan Jelas
Resume yang Anda tulis haruslah ringkas dan mudah dibaca. Jangan menuliskan resume Anda dengan gaya bahasa yang bertele-tele, atau membesar-besarkan kualifikasi yang Anda miliki. Hal ini akan merugikan Anda, dan akan menimbulkan pertanyaan dari pihak perusahaan yang bakal meng-hire Anda. Sebaiknya, berikan penekanan pada kalimat yang dianggap penting untuk menjelaskan secara jelas kualifikasi yang Anda miliki.

Hindari Kesalahan Gramatikal Perhatikan penggunaan tata bahasa yang baik saat menulis resume Anda. Usahakan untuk menghindari berbagai bentuk kesalahan gramatikal, kesalahan ketik, atau penggunaan jenis huruf yang tak lazim, yang justru akan semakin membingungkan si pembaca resume Anda. Akibatnya, peluang untuk mendapatkan panggilan kerja akan tertutup, sekalipun kualifikasi yang Anda miliki cukup baik.

Tetap Fokus
Pada saat penulisan resume, lebih baik Anda tetap fokus pada kualifikasi yang dimiliki pada saat ini. Hindari menuliskan sesuatu yang belum Anda kuasai, atau menuliskan sesuatu yang kurang jelas. Hal tersebut nantinya akan merepotkan Anda sendiri. Cobalah untuk jujur dalam mengungkapkan kualifikasi Anda saat ini, dan gunakan kata-kata yang "menjual", sehingga membuat Anda kelihatan lebih proaktif.

Menuliskan Kualifikasi Anda
Sebuah resume harus memaparkan secara jelas tentang kualifikasi dan pengalaman yang Anda miliki. Tuliskan jabatan dan nama perusahaan Anda saat ini di posisi teratas, lalu disusul dengan pengalaman kerja Anda di perusahaan sebelumnya.

Jika saat ini Anda adalah seorang Marketing Manager, maka Anda tak perlu lagi menuliskan secara detail kualifikasi Anda beberapa tahun lalu, saat pertama kali bekerja. Jika posisi yang sedang Anda lamar saat ini sama persis dengan jabatan Anda sekarang, maka sebaiknya fokuskan penulisan resume pada jabatan terakhir Anda.

Nama Perusahaan atau Posisi Anda?
Tak ada rumusan pasti tentang mana yang harus didahulukan di resume Anda: jabatan saat ini, atau nama perusahaan tempat Anda bekerja. Anda sendiri yang sebaiknya memutuskan, apa yang ingin Anda tonjolkan pada resume Anda. Jika jabatan yang ingin Anda tekankan, maka Anda harus konsisten dengan hal tersebut.

Apabila yang ditekankan adalah jabatan Anda saat ini, berikut deskripsi tanggung jawab Anda, maka jangan lupa menjelaskan secara singkat tentang perusahaan Anda. Sebaliknya, jika perusahaan Anda sangat terkenal dan memiliki reputasi yang bagus, mengapa tak menonjolkan hal tersebut pada resume yang Anda buat, lalu disusul dengan tugas dan tanggungjawab Anda? (ymn/karir.com)


*** Ingin menyumbang tulisan, promosi diri, lowongan pekerjaan ? tulis email ke aldix_corner1.4567@blogger.com

Thursday, February 7, 2008

Tips Sederhana agar Surat Lamaran Dibaca

Percayakah anda kalau sebagian besar surat lamaran yang anda tulis dengan susah payah itu mungkin tidak pernah dibaca oleh Bagian Recruitment Perusahaan tempat anda melamar? Jangan heran, karena lamaran yang harus mereka terima bukan puluhan lembar tetapi mungkin ratusan atau ribuan lembar! Lantas bagaimana cara mereka melakukan seleksi awal atas surat-surat lamaran yang jumlahnya melimpah ruah itu? Seringkali karena kesibukannya Bagian Recruitment akan meminta bagian lain (misalnya Office Boy) untuk men-sortir amplop-amplop tersebut! Berdasarkan pengalaman penulis yang pernah bekerja di Bagian Reruitment sebuah Perusahaan Manufaktur, ada beberapa hal pokok yang dijadikan patokan dalam men-sortir aplikasi lamaran yang masuk:
  • apakah Posisi Pekerjaan sesuai
  • apakah kualifikasi (pendidikan, pengalaman kerja, keahlian khusus) sesuai
Namun demikian, ada hal-halnon-teknis yang bisa menghambat seorang pelamar bila:
  • tulisan tidak terbaca
  • amplop lamaran tidak rapih
  • surat lamaran tidak rapih, tidak profesional
  • tidak ada foto
  • tidak ada Curriculum Vitae/Daftar Riwayat Hidup
  • tidak ada nomor telepon/email/alamat surat
Itu baru beberapa hal penting , tentunya masih banyak hal rinci yang perlu kita perhatikan misalnya kualitas penampilan surat lamaran dan CV itu sendiri. Nah selamat menyiapkan surat lamaran yang bagus dan profesional, dimulai dari kertas surat dan kertas amplop anda!

Tuesday, December 25, 2007

Memancing di Kolam yang Tepat

Tidak sedikit para pencari kerja yang frustrasi karena terus menerus berupaya mencari kerja dan terus-menerus pula gagal. Ada yang gagal pada tahap wawancara, ada pula yang di tahap psikotes . Namun yang lebih banyak lagi adalah pada saat seleksi awal : pada saat amplop lamaran dipilah-pilah. Dengan perkataan lain : calon karyawan yang melamar ini gugur sebelum bertempur! Namun celakanya, banyak dari para pelamar ini tidak sadar apa kekurangan atau kesalahannya sehingga tersingkir pada fase seleksi awal tersebut. Nah, Blog ini bertujuan memberikan anda pandangan dan cara baru dalam mencari kerja. Kami akan memuat kiat, pengalaman dan juga peluang yang mudah-mudahan dapat anda pergunakan sebagai bekal agar gampang mendapatkan pekerjaan yang anda idamkan! Sebagai permulaan kami ingin memulai dengan analogi sesorang yang memancing ikan. Benar, mencari pekerjaan itu ibarat pekerjaan memancing. Butuh persiapan yang baik dan kesabaran! tetapi selain itu semua ada hal yang sangat penting yang perlu disadari (dan biasanya tidak dipelajari oleh para pelamar). Apakah anda sudah memancing di kolam yang tepat? Maksud saya, untuk apa anda berlelah-lelah memancing kalau ternyata di dalam kolam tersebut tidak ada ikannya? Bicara soal mencari kerja, buat apa anda mencari pekerjaan di tempat yang memang tidak memberikan anda lowongan pekerjaan? Kesimpulan awalnya : pelajari dulu peluangnya. Lihat lowongan yang ditawarkan dan tanyakan pada diri anda apakah kualifikasi anda memenuhi? Penulis pernah ditanya oleh seseorang yang merasa frustrasi karena melamar terus dan gagal terus. Penulis bertanya kepadanya pekerjaan macam apa yang ia lamar dan dia mengatakan staf keuangan /administrasi. Lebih lanjut saya bertanya apa pengalaman kerja dan keahliannya. Jawabnya : dia berpengalaman 5 tahun sebagai satpam! Jadi, sebelum kita berbicara lebih lanjut tentang bagaimana caranya mendaptkan pekerjaan dengan gampang, pertanyakan dulu apa kualifikasi keahlian anda. Setelah itu kita majunke langkah selanjutnya.